TUSUK SATE PENYAMBUNG HIDUP
Pagi hari dengan udara yang sejuk seolah menyambut untuk melaksanakan pekerjaannya. Bau asap pembakaran, daging-daging yang telah ditusuk, saus kacang serta kertas bungkus adalah sahabat setiap hari untuk menyambung hidup keluarga. Tubuhnya agak tinggi dan kurus, rambutnya diikat kucir kuda serta kulitnya sawo matang kehitaman mencerminkan seorang yang hidupnya tidak mudah. Wajah sayunya lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Nama aslinya adalah Maryam, tetapi karena dia sering berjualan sate setiap hari, maka ia sering dipanggil Bu Sate. Nasib membawa Bu Sate pada pekerjaan itu. Penjual sate adalah sebutan untuk pekerjaannya. Sebelum menjadi tukang sate, ia bekerja serabutan. Penghasilan setiap hari tidak tetap dan selalu kekurangan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kehidupan keluarga kecilnya masih menumpang di rumah mertua, karena pekerjaan yang tidak tetap maka penghasilan uang yang diperoleh hanya sedikit. Uangnya tidak cukup untuk membangun rumah sendir...